Kenapa Kucing Tiba-Tiba Menggigit Saat Kamu Elus?

Kucing kamu tiba-tiba menggigit saat kamu elus? Perilaku kucing seperti ini umum dialami oleh cat parent dan dikenal dengan istilah petting-induced aggression. Kondisi ini berhubungan dengan overstimulasi karena sentuhan yang terlalu lama di satu titik.

Apa itu Petting-Induced Aggression?

Cornell Feline Health Center mencatat kondisi ini sebagai salah satu jenis agresi yang paling seding dilaporkan oleh cat pawrent. Para peneliti belum menemukan satu penyebab tunggal untuk perilaku kucing ini. Dua kemungkinan yang paling sering muncul adalah kucing merasa kewalahan karena sentuhan berlangsung lama, dan kucing ingin menentukan sendiri kapan sesi elus harus berhenti.

Setiap kucing punya batas kenyamanan yang berbeda. Ada yang senang di elus dalam waktu lama, ada yang protes minta berhenti dielus.

Kenapa kucing melakukannya?

1. Ambang sentuhnya rendah.

Beberapa kucing memang punya batas sentuhan dengan durasi pendek. Awalnya mereka merasa nyaman, namun setelah beberapa saat mereka merasa risih.

2. Konflik antara rasa nyaman dan waspada.

Kucing punya reseptor sentuh di seluruh tubuhnya. Elusan yang terus menerus, membuat sinya dari reseptor tersebut bertabrakan. Rasa yang tadinya menyenangkan, berubah menjadi tidak nyaman. Setelah menggigit, biasanya kucing langsung menjauh dan menjilat badannya untuk menenangkan diri.

3. Kulit kucing sensitif.

International Cat Care menjelaskan bahwa kucing menikmati elusan karena mirip grooming induknya. Di sisi lain, kucing juga harus selalu waspada. Saat terlalu rileks, sering kali naluri waspadanya muncul dan dia refleks menghindar.

Tanda kucing minta berhenti dielus

Jadi bila kamu mulai melihat tanda-tanda di atas, sebaiknya mulai berhenti mengelus sebelum dicakar.

Kucing hampir selalu memberi kode sebelum menggigit. Tanda-tanda umum yang mereka tunjukan untuk minta berhenti dielus:

  1. Mengeluarkan suara selain purring
  2. Telinga menekuk ke belakang aku dilipat dekat dengan kepala
  3. Ekor berkedut lalu mengibas kencang
  4. Kulit punggung menunjukkan gerakan menyerupai gelombang
  5. Kepala menoleh ke arah tanganmu
  6. Pupil melebar atau menyipit tajam
  7. Cakar mulai keluar
  8. Tubuh menjadi kaku atau menggeser posisi menjauh

Kenapa banyak Cat Pawrents yang membiarkan gigitannya?

Banyak cat pawrents membiarkan tangannya digigit kucingnya saat dielus-elus karena sayang dan gemas. Dan itu sangat wajar di kalangan cat pawrent.

Namun perlu diperhatikan juga intensitasnya. Untuk sebagian kucing, gigitan bisa terbaca sebagai cara untuk mendapat perhatian. Lama-lama gigitannya juga bisa semakin kencang. Karena itu, dokter hewan dan pengamat perilaku kucing menyarankan untuk tidak membiasakannya. Caranya bukan dengan memarahi atau menghukum kucingnya, tapi kamu perlu berhenti sebentar dan beri jeda supaya kucing tidak terlalu sering menggigit.

Cara supaya kamu bisa lebih sering elus-elus tanpa anabul merasa overstimulasi

Usahakan mendekati kucing pelan-pelan dengan menyodorkan punggung tangan ke depan hidung kucing. Kalau dia mau dan menggosokkan kepalanya, kamu bisa lanjut mengelus kepala dan badannya. Kalau dia diam saja atau jalan menjauh, jangan dilanjutkan dulu.

Kamu bisa mengelus dari pipi, belakang telinga, hidung bagian atas atau kepala. Itu area yang paling aman buat kebanyakan kucing. Bagian perut, punggung bagian bawah dan pangkal ekor biasanya lebih sensitif.

Setiap kucing punya titik dan tingkat sensitivitas yang berbeda. Perhatikan kucing kamu lebih suka dielus di bagian mana, supaya kamu bisa elus dia lebih lama dan kucing juga tetap nyaman. Biasanya kucing akan kembali lagi ke kamu untuk cari perhatian kalau dia merasa batasnya dihormati.

Beberapa kucing merespon elusan sebagai ajakan main. Kalau dia menggigit dan gigitannya masih keras, mungkin dia memang lagi semangat main. Kamu bisa alihkan dengan mengajaknya bermain dengan mainan seperti tongkat berbulu, bola kerincing atau boneka yang bisa ditendang.

Elus-elus itu bentuk sayang, tapi buat kucing rasa sayang juga butuh jeda. Kalau kamu kasih dia pilihan untuk menentukan kapan mulai dan kapan berhenti, biasanya besok dia yang datang duluan minta dielus lagi dengan caranya sendiri.


Sumber:

  • Cornell Feline Health Center – Feline Behavior Problems: Aggression | Baca artikel
  • Pet Professional Guild – Quick Cat Behavior Tip: Petting-Induced Aggression | Baca artikel
  • Little Big Cat (Dr. Jean Hofve & Jackson Galaxy) – Overstimulation (Petting-Related) Aggression | Baca artikel
  • MyFurries Veterinary Team – Sudden Cat Aggression: Pain, Fear, Redirected Anger | Baca artikel
  • International Cat Care – Why Do Cats Purr and Then Suddenly Bite You? | Baca artikel

Disclaimer: Beberapa produk di halaman ini menggunakan link afiliasi Shopee. Jika kamu berbelanja lewat link tersebut, BubuMeowzz mungkin mendapat sedikit komisi tanpa biaya tambahan untuk kamu. Terima kasih sudah mendukung blog ini!


Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *